Pagi bidadari,
Kau sembunyikan di mana senyummu
Tak sebentar kau lepas tawamu
Tak tahu kah kau ceriamu selalu dirindu
Andainya kau tahu
Dan kalau saja aku tahu
Bila deritamu lahir atas namaku
Biar..
Kuhentikan takjubku padamu
Kukekang rasa pesonaku
Kusumbat mata air kasihku
Meskki ku tahu, kau tahu
Itu tak segampang asamu
Kalau saja ku sadar
Sayangku merembut gembiramu
Dari keluh dan peluhmu
Ku coba mencari maaf di hutan jenuhmu
Tak sebuah pun ku petik
Kalau memang, kau tak hendaki
Akan kucoba menahan rasaku
Akan kucoba membendung air sedihku
Akan kucoba mengobati lirihku dan getirmu
Kalau memang itu… maafkan lah mataku
Yang tiap matahari sepenggalan naik membuatmu resah
Tapi kumohon, tapi, kembalkan senyummu
Kembalikan air di tengah gurun itu
Kembalikan hadirmu pada hariku
Meski saat itu, aku tak lagi bisa memujamu
Aku cukup hanya mengagumimu
Kalau memang kau tak hendaki
Biar kasih sampai di sini